Jumat, 16 September 2022

Review Drama Korea Happiness

drama korea

Nonton Happiness gara-gara direkomendasiin sama cowok gw. Katanya ini drakor bakalan gw suka, soalnya tentang zombi-zombi gitu. Sebenernya gw udah lihat trailer sama beberapa cuplikannya di tiktok sebelum nonton All of Us Are Dead. Tapi, berhubung waktu itu enggak lama kemudian serial AOUAD ini muncul. Akhirnya memutuskan untuk nonton si AOUAD ini lebih dulu.

Dan bener aja, karena saking sukanya gw sama AOUAD ini, akhirnya membatalkan niat buat nonton Happiness waktu itu. Karena takut nanti malah jadi kecewa soalnya puas banget sama AOUAD. Saking puas dan sukanya, sampe gw tonton berulang kali. Berharap bakalan ada season dua. Yang konon masih lama tayangnya, haha.

Happiness ini hampir sama sih temanya, cerita tentang Zombie yang muncul tiba-tiba. Virus yang menyerang manusia ini hadir bersamaan dengan virus Covid 19. Iya, soalnya pas bikin drama ini masih pandemi yang cukup awal di Korea sana.

Buat yang suka nonton drama korea, ternyata ada banyak juga manfaat menonton drama korea. Ini artikel dari Maria yang berguna banget biar makin semangat nonton drakornya.

Happiness Dalam Cerita Zombie? Dimana Happy-nya?

Tentu ada pertanyaan yang aneh seperti ini mengingat judulnya berbau kebahagiaan tapi ceritanya tentang zombie. Bahkan, di drakor ini bukan cuma kaget aja, tapi kesel juga. Bayangin aja udah lagi susah eh ada aja orang yang memanfaatkan keadaan. Ehiya sih, gw sadar betul orang kayak gini tuh ada banget di dunia nyata.

Jadi, pada pelatihan di unit khusus kepolisian. Ada satu polisi yang tiba-tiba sakit dengan penyakit yang aneh. Ia menggigit temannya hingga berdarah tapi kemudian meminta tolong dan ketakutan saat melihat darah. Rekan kerjanya yang terkena gigitan ini juga banyak yang kemudian tertular oleh penyakit yang aneh ini.

Kepala unit khusus Sae Bom akhirnya ditindak lanjuti karena terkena luka dari serangan polisi yang terjangkit penyakit. Dia menjalani perawatan intensif di suatu tempat yang cukup jauh. Sementara itu, sahabatnya yang berada di unit lain kepolisian, Yi Hyun, menelpon dan memberikan laporan mengenai suatu kasus. Ternyata, kasus yang sedang ditelusuri Yi Hyun dan berkaitan juga dengan Sae Bom ini membawa mereka pada kenyataan bahwa penyakit zombie ini menular dan sudah banyak yang terkena.

Darimana penyakit ini berasal? Penyakit zombie ini bermula dari sebuah percobaan pengobatan dari perusahaan farmasi. Mereka sudah mengedarkan obat ke banyak orang dimana obat tersebut mampu membuat pasien ADHD baik dewasa maupun remaja membaik.

Faktanya justru orang yang mengonsumsi obat tersebut justru yang banyak terjangkit penyakit zombie. Orang yang terjangkit ini memiliki gejala seperti mimisan, kemudian terasa haus dan ingin minum terus menerus. Jika kemudian diberi minum, otomatis penyakit tersebut langsung mengubahnya menjadi zombie. Setelah puas meminum darah manusia, biasanya mereka akan berubah lagi menjadi manusia. 

Namun, karena rasa dahaga yang tinggi hingga membuat mereka selalu merasa haus. Apalagi jika berdekatan dengan manusia. Sayangnya, di apartemen tempat Yi Hyun dan Sae Bom tinggal. Sempat ditemukan satu pasien yaitu seorang istri dokter dari lantai penghuni eksklusif. Pasien zombie ini menggemparkan semua penghuni apartemen di lingkungan tersebut. Hingga membuat semua penghuni di satu gedung di lockdown.

Mereka dikurung dari luar demi mengamankan penghuni lain dari penularan virus zombie. Saat itu, mereka belum mengetahui darimana penyakit zombie ini berasal. Pengurungan terjadi, Yi Hyun yang mengetahui beberapa fakta terkait penyakit tersebut mulai mencari tahu siapa penghuni yang mengonsumsi obat X.

Disaat penelusuran siapa orang yang kemungkinan terjangkit. Salah satunya adalah instruktur sekaligus penjaga tempat kebugaran. Yang kemudian diborgol oleh Yi Hyun karena ia tahu akan ada kemungkinan perubahan dari orang tersebut. Walaupun perubahannya cukup lama.

Sementara itu, di luar gedung apartemen tempat Yi Hyun tinggal, sudah banyak korban berjatuhan. Sampai-sampai lingkungan apartemen mereka diblokir oleh tentara. Dibangun pagar menggunakan pagar baja yang rapat sehingga tidak ada satu orangpun yang bisa keluar masuk tanpa izin dari tentara yang berada di luar pagar.

Kondisi semakin mendesak semua penghuni di apartemen tempat Yi Hyun dan Sae Bom. Membuat mereka sering mengadakan rapat untuk mengatur makanan sampai bagaimana keamanan masing-masing penghuni.

Sisi Gelap Manusia Selalu Ada Setiap Saat

Nah, di bagian ini nih yang bikin gw kesel banget. Buat yang udah nonton, pasti tau siapa itu Ju Hyung. Si dokter yang paranoid banget sama keadaan, sampai saking ketakutannya dia itu agak pemilih bertemu atau memegang barang dari orang lain. Saat covid 19 melanda memang banyak orang yang seperti ini, sampai ketakutan ketemu sama orang baru. Kalau baru dari luar rumah benar-benar harus didesinfektan semuanya. Wajar ya.

Si Ju Hyung ini yang pertama kali menghadapi istrinya saat berubah jadi zombie. Kasus pertama di apartemen tersebut saat ketahuan pun gara-gara Sae Bom mengeluh karena ruangannya Ju Hyung berada tepat di atas ruangan Sae Bom. Ju Hyung ini sering beraktivitas yang membuat tetangganya ini terganggu. Di sinilah ketawan kalau Ju Hyung menyembunyikan istrinya di dalam kamar mandi yang sudah berubah jadi zombie.

Sosok Ju Hyung ini selain paranoid juga culas dan licik banget. Dia termasuk orang yang mencari keuntungan dan keselamatan buat dirinya sendiri. Enggak pernah merasa bersalah dan bisa dibilang agak minim empati sih ya. Contoh saat dia membiarkan Sae Bom memeriksa kamar mandi, malah si Sae Bom didorong dan dikunciin di kamar mandi berdua sama zombie oleh Ju Hyung. 

Terus, dia dengan sengaja memasukkan cairan dari obat X ke minuman yang dia bagikan ke penghuni lain. Dengan tujuan, biar semua penghuni jadi zombie sehingga dia terhindar dari persidangan pembunuhan istrinya. Itu baru dua ya, yang paling parah, dia juga penyebab berubahnya penjaga gym berubah jadi zombie. Dia melempari si penjaga gym dengan bola sampai akhirnya si penjaga gym berubah karena emosi.

Review Drama Korea Happiness

Menurut gw untuk ceritanya emang bikin degdegan. Terutama saat mereka harus keluar dari apartemen menuju tempat swalayan. Atau saat mereka bertemu dengan orang yang sudah jadi zombie tapi sedang berubah kembali jadi manusia. Ada sedikit degdegan di sini.

Yang mendominasi dari drama ini justru sebenernya bukan tentang zombienya. Tapi, justru lebih banyak tentang sisi gelap manusia. Semua penghuni rata-rata punya peran untuk memengaruhi, ada yang tamak sampai menjual minuman dengan harga yang sangat tinggi.

Terus ada juga yang enggan berbagi makanan dan minuman. Sampai ada perwakilan gedung yang berambisi untuk menjadi direktur gedung di pemilihan selanjutnya. Semua berusaha untuk mengamankan posisi dan keuntungan masing-masing. 

Di sini ada beberapa hal yang membuat gw membandingkan dengan beberapa film seperti AOUAD dan Sweet Home yaitu perubahan selalu ditandai dengan mimisan. Kemudian, ada karakter tentara atau polisi atau pemadam kebakaran, pokoknya yang bekerja sebagai public service. Terus, ada juga karakter psikopat atau orang yang berdarah dingin. Dari ketiga drama yang gw tonton, gw cuma kasihan sama orang yang sering mimisan, nanti disangka bakal jadi zombie, hehe.

So far, ceritanya memang cukup oke untuk dinikmati. Menegangkannya ada tapi emang enggak seintense AOUAD dan enggak semenyakitkan Sweet Home. Di Happiness masih ada bagian komedi dan drama sehingga porsi ketegangannya enggak begitu banyak. 

Buat yang pengen nonton cerita zombie buat memacu adrenalin tapi enggak begitu bikin stress. Happiness sih pilihannya. Kalau yang mau bikin stress? Pilih nonton I am Legend. Entah kenapa itu film satu-satunya yang bisa bikin gw ngerasa ketakutan parah.


Postingan Terkait

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Terima kasih sudah mampir dan membaca artikel tulisanku. Silakan tinggalkan komentar yang sopan dan baik ya.

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Cari Blog Ini

Daftar Teks

  • Tampilan Menarik
  • Desain Kekinian
  • Responsive di semua perangkat
  • Banyak pilihan tampilan
  • Harga terjangkau